Senin, 06 Februari 2012

Meningkatkan Keamanan Jaringan

Seperti yang kita lihat saat ini, internet telah tumbuh dan berkembang sehingga mencapai angka beberapa juta unit computer yang terkoneksi diberbagai belahan dunia. Dari hari kehari pula informasi yang terkandung didalam jaringan internet semakin lengkap, akurat dan penting, informasi telah menjadi suatu Asset yang sedemikian berharga sehingga perlu mendapat perlakuan yang lebih spesifik. Selain itu pula, kemajuan yang dicapai dalam bidang pengembangan Sistem Operasi Komputer sudah sedemikian jauh dimana tingkat performansi,  keandalan dan fleksibelitas Software menjadi criteria utama  dalam proses pengembangan software. Dengan semakin penting dan berharganya informasi tersebut ditunjang  oleh kemajuan pengembangan Software. Tentunya menarik minat para pembobol (hacker) dan penyusup (intruder) untuk terus bereksperimen guna menemukan dan mempergunakan setiap kelemahan yang ada dari konfigurasi system informasi yang telah ditetapkan.
Bertolak dari kenyataan diatas, muncul sebuah konsep yang lebih sering disebut dengan Network Security. Pada awalnya, konsep ini menjelaskan lebih banyak mengenai keterjaminan (security) dari sebuah system jaringan computer yang terhubung ke internet terhadap ancaman dan gangguan. Cakupan konsep tersebut semakin hari semakin luas sehingga pada saat Ini tidak hanya membicarakan masalah keterjaminan jaringan computer saja, tetapi lebih mengarah kepada masalah-masalah keterjaminan system jaringan informasi secara global. Beberapa Negara Eropa dan Amerika telah menjadikan  Network security menjadi salah satu titik sentral perhatian pihak-pihak militer masing-masing.
                Sebenarnya masalah network security ini timbul dari konektivitas jaringan computer local yang kita miliki dengan Wide Area Network (WAN) seperti internet. Jadi selama jaringan local computer tidak terhubung kepada WAN, masalah Network Security tidak begitu penting.
                Secara umum, terdapat 3 (tiga) kata kunci konsep Network Security, yaitu :
1.       Risiko / Tingkat Bahaya
2.       Ancaman dan
3.       Kerapuhan Sistem (vulnerability)

1.      RISIKO / TINGKAT BAHAYA
Dalam hal ini, risiko berarti berapa besar kemungkinan keberhasilan para penyusup dalam rangka memperoleh akses kedalam jaringan computer local yang dimiliki melalui konktivitas jaringan local ke Wide Area Network (WAN). Secara umum, akses-akses yang diinginkan adalah….
a.       Read Acces : Mampu mengetahui keseluruhan system jaringan informasi
b.       Write Acces : Mampu melakukan proses menulis ataupun menghancurkan data yang terdapat dalam system jaringan tersebut
c.       Denial Of Service : Menutup penggunana utilitas-utilitas jaringan normal dengan cara menhabiskan jatah CPU band with maupun memori

2.      ANCAMAN
Dalam hal ini, ancaman berarti orang yang berusaha memproleh akses-akses illegal terhadap jaringan computer yang dimiliki seolah-olah ia memiliki otoritas terhadap akses ke jaringan computer.

3.      KERAPUHAN SISTEM (VULNERABILITY)
Kerapuhan sistem lebih memiliki artri seberapa jauh proteksi yang bias diterapkan kepada network yang dimiliki dari seseorang dari luar system yang berusaha memperoleh akses illegal terhadap jaringan computer tersebut dan kemungkinan orang-orang dari dalam system memberikan akses kepada dunia luar yang bersifat merusak system jaringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar